Frank Lampard Marah Mata-mata Sepak Bola Kok Malah Dikasih Hadiah

Frank Lampard marah mata-mata sepak bola malah dikasih hadiah. Itu bisa memberi kesan salah seakan-akan ngintip sesuatu yang terpuji.

Apa yang membuat Frank Lampard marah adalah tindakan FIFA memberi hadiah Fair Play kepada pelatih asal Argentina Marco Bielsa. Padahal manajer Leeds United itu pernah berseteru dengan Lampard karena ketahuan mengirim orang untuk memata-matai latihan timnya, saat legenda Inggris tersebut masih melatih klub Derby.

Marco Bielsa memperoleh hadiah itu usai memerintahkan pemain belakang Leeds untuk membiarkan rival mereka, Aston Villa, menyamakan skor pada salah satu laga divisi kedua Inggris, Championship, musim lalu. Ia melakukan itu karena merasa tidak fair Leeds mencetak gol saat pemain Aston Villa cedera.

Hal ini terjadi pada musim yang sama saat Leeds didenda oleh EFL sebesar Rp 3,48 Milyar dan sebuah peringatan untuk skandal ‘Spygate’ pada bulan Januari 2019 lalu. Manajer Marcelo Bielsa mengaku mengirim seseorang untuk menonton calon oposisinya, Derby, melakukan latihan pada tanggal 10 Januari.

Lampard yang kini merumput di Chelsea berkata seperti dikutip The Sun: “Spygate menarik perhatian dan memang seharusnya begitu. Itu ditangani dengan cara yang benar, jadi ketika Anda memberikan penghargaan Fair Play di tahun yang sama, saya tidak berpikir itu hal yang benar.”

“Saya hanya bisa tersenyum. Saya tidak tahu siapa yang mengusulkan itu. Siapa yang mengusulkan itu? (Lampard bertanya ke media, tak seorang pun menjawab) Semua orang tahu apa yang terjadi dengan spygate. Hal itu didokumentasikan dengan baik. Aturan sedikit berubah karena itu dan mereka didenda.”

“Saya merasa [penghargaan Fair Play] itu tidak pantas, saya tidak perlu mengatakan itu lagi. Untuk [Leeds United] mendapatkan Fair Play, saya pikir itu ironis pada awalnya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *