Juventus Pilih Guardiola, Conte atau Inzaghi? Ini Jawaban Allegri

Setelah dipastikan Juventus tak lagi dilatih Massimiliano Allegri musim depan, banyak rumor yang merebak mengenai siapa yang bakal menjadi suksesor sang pelatih musim depan.

Kepastian Juventus dan Allegri berpisah memang telah diumumkan pada hari Jumat (17/5/2019) lalu. Dalam pernyataan resmi klub, Juventus mengungkapkan bahwa pada musim depan Allegri tak akan lagi berada di bangku cadangan Bianconeri.

Setelah kepastian itu, rumor pun merebak. Beberapa nama pelatih mulai dikaitkan untuk melatih Juventus musim depan. Mulai nama Josep Guardiola hingga nama Sinisa Mihajlovic pun disebut-sebut sebagai suksesor Allegri.

Lantas, bagaimana pendapat Massimiliano Allegri soal siapa pelatih yang cocok menjadi pengganti dirinya di Juventus? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Beberapa nama muncul sebagai kandidat pengganti Allegri musim depan. Di antaranya adalah Simone Inzaghi, Maurizio Sarri, Sinisa Mihajlovic hingga nama mantan pelatih Juventus sebelum Allegri, Antonio Conte juga masuk dalam rumor.

Ketika ditanyakan pada Allegri, apakah ia memiliki ide nama untuk menjadi penggantinya musim depan, sang pelatih pun memberikan jawaban yang berdiplomasi.

“Klub tentu akan membuat pilihan terbaik untuk melatih dan melanjutkan skuat pemenang ini,” tegasnya.

Kemudian Allegri berbicara soal perjalanan Liga Champions Juventus musim ini. Kegagalan di panggung Eropa ini disebut sebagai salah satu alasan kenapa Juventus dan Allegri akhirnya memilih berpisah.

“Liga Champions sangat sulit, kami bermain dua leg melawan Ajax dengan begitu banyak cedera. Saya tidak akan mengatakan bahwa setelah Atletico kami harus membuat pilihan, tapi saya memang perlu mengunci Serie A. Comeback lawan Atletico tampak seperti sesuatu yang tak pernah bisa diulang, kecuali kemudian Liverpool melakukannya lawan Barcelona,” sambungnya.

Ada juga yang menyinggung bahwa kegagalan Juventus di panggung Eropa adalah karena soal prioritas. Allegri disebut lebih memilih mendahulukan Serie A daripada Liga Champions.

“Di musim di mana anda memiliki masalah banyak cedera, anda harus memprediksi apa yang akan terjadi dan fokus pada prioritas. Prioritas kami adalah mengamankan scudetto. Orang-orang terus bertanya kepada saya soal Atletico dan saya memikirkan Bologna,” tambahnya.

“Ketika anda memiliki pasukan besar seperti yang anda inginkan ini, anda harus membuat pilihan.. Saya pikir kami memiliki 37 line up berbeda dalam 38 pekan, karena saya harus merotasi, membuat semua orang terlibat dan tetap bugar,” sambungnya.

“Orang-orang mengatakan ini mudah untuk juara, tapi tentu saja tidak, terutama untuk kali kedelapan beruntun. Para pemainlah yang membuat ini semua tampak lebih mudah. Skuat ini mampu menjalankan Liga Champions yang luar biasa, telah terjadi pertumbuhan yang konstan di dalam dan di luar lapangan. Saya percaya kuncinya menjalani Liga Champions adalah dengan gembira tanpa rasa khawatir,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *